0
News
    Home Featured Rusia Ukraina

    Sebut Strategi Serangan Putin Gagal, Menlu Ukraina Ungkap Kondisi Terkini Konflik Lawan Rusia - Tribunnnews

    5 min read

     

    Sebut Strategi Serangan Putin Gagal, Menlu Ukraina Ungkap Kondisi Terkini Konflik Lawan Rusia - Halaman all

    Editor: Ifa Nabila
    AA
    Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba (kiri) mengungkapkan kondisi terkini dari konflik bersenjata antara negaranya dengan Rusia. Ia menyebutkan bahwa strategi serangan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) terhadap Ukraina telah gagal.
    Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba (kiri) mengungkapkan kondisi terkini dari konflik bersenjata antara negaranya dengan Rusia. Ia menyebutkan bahwa strategi serangan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) terhadap Ukraina telah gagal.

    TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Menteri Luar Negeri (Menlu) Ukraina Dmytro Kuleba mengungkapkan kondisi terkini dari konflik bersenjata antara negaranya dengan Rusia.

    Dalam jumpa pers di Ibu kota Ukraina, Kiev, Minggu (27/2/2022) Kuleba mengatakan bahwa delegasi Rusia tiba di kota Gomel, Belarusia menjelang kemungkinan perundingan dengan perwakilan Ukraina.

    Bahkan kepala delegasi Rusia di Belarus, ajudan Presiden Rusia Vladimir Putin yakni Vladimir Medinsky menyebut delegasi Ukraina sedang menuju ke Belarus untuk melakukan perundingan.

    Perundingan dilakukan menyusul serangan Rusia yang sedang berlangsung di Ukraina, sejak Kamis (24/2/2022) dini hari itu dikecam keras oleh para pemimpin dunia.

    Sejumlah negara, termasuk Uni Eropa, Inggris, dan AS, mengumumkan sanksi yang menargetkan ekonomi dan individu Rusia sebagai tanggapan serangan tersebut.

    Militer Ukraina mengklaim telah menghancurkan konvoi militer Rusia (Tangkapan Layar YouTube tvOneNews)

    Hingga kemudian Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memberlakukan darurat militer di seluruh negeri dan mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Rusia.

    Sementara itu, menurut Kuleba, Ukraina telah menewaskan dan melukai 4.300 tentara Rusia.

    Selain itu menghancurkan ratusan kendaraan militer Moskwa per Minggu (27/2/2022).

    "Menurut data terbaru Kementerian Pertahanan Ukraina, kerugian Rusia secara keseluruhan dalam tiga setengah hari ini pada angka-angka berikut," ujar Kuleba seperti dikutip TribunnewsSultra.com dari YouTube Ruptly.

    Berikut kekuatan militer Rusia yang berhasil dilumpuhkan Ukraina:

    46 pesawat tempur;

    26 helikopter;

    146 tank;

    706 kendaraan lapis baja;

    49 meriam;

    1 sistem rudal seperti yang digunakan Rusia untuk menembak jatuh pesawat Malaysia Airline MH-17 pada 2014 silam hingga menewaskan ratusan penumpang;

    30 kendaraan;

    60 tangki air;

    2 drone; dan

    2 perahu;

    Selanjutnya sebanyak 4.300 tentara Rusia tewas dan terluka dalam perang melawan Ukraina ini.

    Sedangkan ratusan tentara Rusia lainnya menjadi tawanan perang.

    Sebuah rudal menghantam bangunan apartemen di wilayah pinggiran Kota Kiev yang berlokasi tak jauh dari Bandara Internasional Zhuliany pada Sabtu (26/2/2022) waktu setempat. (Tangkapan Layar YouTube tvOneNews)

    Namun data tersebut bersifat pendahuluan, lantaran pertempuran masih berlangsung sehingga jumlah tepatnya berfluktuasi.

    Kuleba juga menyebut bahwa strategi serangan Putin untuk menghancurkan ibu kota Ukraina telah gagal.

    Pasalnya saat ini belum ada kota besar di Ukraina yang dikuasai oleh Rusia.

    "Tidak ada kota besar yang direbut oleh Rusia. Meskipun banyak upaya penembakan, pemboman, dan pertahanan darat di ibu kota Kiev, musuh (Rusia) belum mendapatkan kendali apa pun," beber Kuleba.

    Dalam kesempatan itu, Kuleba juga memaparkan kejahatan perang yang dilakukan Rusia dalam serangan militer terhadap Ukraina.

    Serangan militer Rusia ini menewaskan para warga sipil Ukraina termsuk perempuan dan anak kecil.

    Beberapa objek sipil pun tak luput terkena serangan militer Rusia.

    Rusia meluncurkan rudal balistik berstatis presisi tinggi di pemukiman warga sipil di Desa Amvrosiivka, Kota Donetsk, Ukraina, Sabtu (26/2/2022). (Tangkapan Layar YouTube tvOneNews)

    Bahkan Rusia juga menghancurkan ribuan bangunan tempat tinggal di kota-kota besar di Ukraina.

    Rudal Rusia juga menghantam sebuah gedung penyimpanan multi di Kota Kiev.

    Terbaru pada malam sebelumnya, kilang minyak di kota Vasilkyiv, Ukraina meledak dan hancur akibat diserang Rusia.

    Kejadian itu pun dikhawatirkan dapat mengancam dan menimbulkan bencana ekologi.

    "Ini hanya beberapa dari ratusan kejahatan perang yang dilakukan oleh Rusia terhadap Ukraina dalam agresi militernya yang terang-terangan," ungkap Kuleba.

    (TribunnewsSultra.com/Nina Yuniar)

    Komentar
    Additional JS