0
News
    Home Featured Ukraina

    Dituduh Setengah Hati Bantu Ukraina, Pemimpin dari Tiga Negara Terbesar Uni Eropa Akan ke Kyiv Halaman all - Kompas

    3 min read

     

    Dituduh Setengah Hati Bantu Ukraina, Pemimpin dari Tiga Negara Terbesar Uni Eropa Akan ke Kyiv Halaman all - Kompas.com

    Presiden Perancis Emmanuel Macron (kiri) bersama Kanselir Jerman Olaf Scholz (kanan) di depan Gerbang Brandenburg, Berlin, Senin (9/5/2022).

    KYIV, KOMPAS.com - Para pemimpin tiga negara terbesar Uni EropaJerman, Perancis dan Italia, diperkirakan berada di Kyiv pada Kamis (16/6/2022) untuk menunjukkan dukungan mereka kepada Ukraina yang berjuang menahan serangan Rusia yang tak henti-hentinya.

    Pengaturan kunjungan Kanselir Jerman Olaf Scholz, Presiden Perancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Italia Mario Draghi telah memakan waktu berminggu-minggu.

    Ketiganya ingin mengatasi kritik di Ukraina, atas tanggapan mereka terhadap perang menurut laporan Reuters pada Kamis (16/6/2022).

    Perjalanan yang diharapkan ini, belum diumumkan karena alasan keamanan, dan datang sehari sebelum Komisi Eropa membuat rekomendasi tentang status Ukraina sebagai calon Uni Eropa, suatu hal yang sangat ditunggu-tunggu negara terbesar Eropa ini.

    Berbicara di Rumania pada Rabu (15/6/2022), Macron mengatakan sudah waktunya bagi Eropa untuk meyakinkan Ukraina atas ambisi Uni Eropa-nya.

    Video Rekomendasi

    Kiriman Gas dari Rusia ke Eropa Turun 40 Persen akibat Sanksi Kanada

    "Kami berada pada titik di mana kami perlu mengirim sinyal politik yang jelas, sebagai orang Eropa, terhadap Ukraina dan rakyatnya yang melawan secara heroik," katanya, tanpa memberikan rincian.

    Kyiv telah mengkritik Perancis, Jerman dan, pada tingkat yang lebih rendah, Italia, atas tuduhan keengganan mereka dalam mendukung Ukraina.

    Kyiv menuduh mereka lamban mengirimkan senjata dan menempatkan kemakmuran mereka sendiri di atas kebebasan dan keamanan Ukraina.

    Oleksiy Arestovych, penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, mengatakan kepada surat kabar Jerman Bild minggu ini bahwa dia khawatir ketiga pemimpin itu akan menekan Kyiv untuk menerima kesepakatan damai yang menguntungkan Presiden Rusia Vladimir Putin.

    "Mereka akan mengatakan bahwa kita perlu mengakhiri perang yang menyebabkan masalah pangan dan masalah ekonomi ... bahwa kita perlu menyelamatkan wajah Putin," katanya, merujuk pada komentar Macron bulan ini bahwa penting untuk tidak mempermalukan pemimpin Rusia.

    Mengatasi kekhawatiran ini, Draghi mengatakan pada Selasa (14/6/2022) bahwa penting untuk membuka pembicaraan damai sesegera mungkin. Tetapi dia menambahkan bahwa negosiasi damai harus "dengan syarat yang dianggap dapat diterima oleh Ukraina".

    Zelensky diharapkan mendorong tiga pemimpin Eropa yang mengunjunginya untuk mengirim lebih banyak senjata, guna membantu pasukannya yang berjuang keras menahan invasi Rusia.

    Ukraina sangat kritis terhadap bantuan militer Jerman.

    Duta besar negara itu untuk Berlin Andrij Melnyk, mengatakan kepada penyiar Jerman NTV bahwa dia berharap Scholz menyerahkan senjata berat yang telah lama dijanjikan tetapi belum dikirimkan.

    Scholz menepis tuduhan bahwa dia menahan dukungan militer yang sangat dibutuhkan, dengan mengatakan bahwa itu adalah salah satu pendukung militer dan keuangan terbesar bagi Ukraina.

    Kanselir Baru Jerman itu berdalih bahwa perlu waktu untuk melatih tentara Ukraina menggunakan sistem artileri canggih yang ditawarkannya.

    Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
    Komentar
    Additional JS