0
News
    Home Tidak Ada Kategori

    Airlangga: Industri Nasional Bersiap Hadapi Era Society 5.0 By BeritaSatu

    3 min read

    Airlangga: Industri Nasional Bersiap Hadapi Era Society 5.0

    By BeritaSatu.com
    beritasatu.com
    February 17, 2023
    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Cipta Kerja Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers Pembukaan Gelombang 48 Program Kartu Prakerja Skema Normal pada Jumat, 17 Februari 2023.Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Cipta Kerja Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers Pembukaan Gelombang 48 Program Kartu Prakerja Skema Normal pada Jumat, 17 Februari 2023.

    Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah mendorong industri nasional mempersiapkan diri menghadapi era Society 5.0 yang merupakan konsep kehidupan masyarakat lebih terdigitalisasi. Adapun beberapa teknologi yang patut dikembangkan menuju Society 5.0 yakni edge computing, big data analytics, serta internet of things atau IoT.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, teknologi artificial intelligence atau AI dan IOT berfungsi sebagai pengolah data dan menganalisis data yang bersumber pada manusia itu sendiri melalui sensor fisik atau berupa data pada manusia itu sendiri lalu mengumpan balikan data yang telah diproses oleh AI dan IOT kembali ke manusia dengan berbagai bentuk fisik.

    "Pemerintah Indonesia juga sedang menyiapkan ibu kota Nusantara yang akan menjadi contoh penerapan smart city yang bisa menyiapkan masyarakatnya untuk masuk dalam era Society 5.0," ujar Airlangga Hartarto dalam Pidato Ilmiah Peringatan Hari Pendidikan Teknik Ke-77 Universitas Gadjah Mada, Jumat (17/2/2023).

    Airlangga bilang, melihat pertumbuhan ekonomi yang cukup impresif pada 2022, salah satunya ditopang oleh sektor industri pengolahan non migas.

    Meningkatkan kontribusi industri tersebut terhadap produk domestik bruto (PDB), pemerintah mengembangkan beberapa program prioritas pengembangan industri, misalnya dengan meluncurkan inisiatif Making Indonesia 4.0, yang merupakan peta jalan terintegrasi untuk menyiapkan industri nasional menghadapi era industri digital.

    "Adanya Making Indonesia 4.0, diharapkan pertumbuhan PDB dapat meningkat sebesar 1%-2% per tahun untuk periode 2018-2030, sehingga akan menciptakan lebih dari 10 juta lapangan pekerjaan tambahan, dan meningkatkan kontribusi sektor manufaktur pada 2030 hingga lebih dari 25%," kata Airlangga.

    Pemerintah juga sedang mengupayakan percepatan transisi energi nasional melalui pengurangan konsumsi bahan bakar fosil dan pengembangan pembangkit listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) seperti wind turbine dan solar panel.

    Upaya transisi energi ini tentunya memerlukan pengembangan teknologi yang inovatif dan terjangkau, semisal pengembangan carbon capture dan storage.

    "Pemerintah gencar mendorong pemanfaatan teknologi untuk hilirisasi komoditas berbasis mineral dan logam unggulan seperti bauksit, timah, tembaga, dan nikel," tandas Airlangga.

    Airlangga tidak menampik Indonesia masih mengalami ketergantungan impor bahan baku atau barang penolong industri, sehingga perlu terus melakukan program substitusi impor dengan pengembangan industri berbasis teknologi serta research and development.

    "Misalkan di sektor sawit dan turunannya, kita sudah kuasai dari hulu dan hilirnya, tapi dari sisi capital goods-nya yakni barang modal masih impor dari luar. Ini tantangan juga untuk Fakultas Teknik agar bisa memperdalam industri permesinan di sektor agro," tutur Airlangga.

    Saksikan live streaming program-program BTV di sini


    Informasi lainnya dan terkini di https://opsimin.wordpress.com/
    Opsi Media Informasi Group X Kamidi
    [Category Media Informasi]
    [Tags Airlangga Hartarto, Featured, Pilihan]

    Komentar
    Additional JS