0
News
    Home Tidak Ada Kategori

    Rusia Terus Gempur Bakhmut, NATO Pertimbangkan Pasok Lebih Banyak Senjata ke Ukraina - Tribunnnews

    4 min read

    Rusia Terus Gempur Bakhmut, NATO Pertimbangkan Pasok Lebih Banyak Senjata ke Ukraina - Halaman all

    Rabu, 15 Februari 2023 10:35 WIB
    Pasukan Rusia mengklaim berhasil merebut sebagian wilayah Bakhmut dari cengkraman Ukraina. Klaim ini diumumkan setelah angkatan perang Moskow melakukan pertempuran tanpa henti selama sepekan terakhir, Rabu (1/2/2023).Pasukan Rusia mengklaim berhasil merebut sebagian wilayah Bakhmut dari cengkraman Ukraina. Klaim ini diumumkan setelah angkatan perang Moskow melakukan pertempuran tanpa henti selama sepekan terakhir, Rabu (1/2/2023).

    Laporan Wartawan Tribunnews, Nur Febriana Trinugraheni

    TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Pasukan Rusia terus membombardir pasukan Ukraina di garis depan dan kota-kota di wilayah Donetsk timur sepanjang Selasa (14/2/2023) kemarin.

    Sebagian besar tembakan artileri Rusia difokuskan ke Bakhmut, kota yang dibom di Provinsi Donetsk dan menjadi target utama Presiden Vladimir Putin. Pasukan Ukraina di kota itu telah membentengi posisi untuk mengantisipasi pertempuran.

    "Tidak ada satu meter persegi pun di Bakhmut yang aman atau tidak berada dalam jangkauan tembakan atau drone musuh," kata Gubernur Donetsk, Pavlo Kyrylenko, yang dikutip dari Reuters.

    Dia mengatakan, senjata Rusia menggempur sasaran di sepanjang garis depan di Donetsk, yang bersama dengan provinsi Luhansk membentuk Donbas, pusat industri Ukraina dan sasaran utama Rusia.

    Jatuhnya Bakhmut ke tangan Rusia akan menjadi batu loncatan bagi Moskow untuk maju ke dua kota Donetsk yang lebih besar, Kramatorsk dan Sloviansk, dan memberi Moskow momentum baru setelah berbulan-bulan mengalami kemunduran di medan perang menyusul invasi yang diluncurkannya pada Februari tahun lalu.

    Juru bicara Gedung Putih John Kirby mengatakan, pasukan Rusia telah membuat kemajuan bertahap dalam serangan mereka terhadap Bahkmut tetapi masih belum pasti Bakhmut akan jatuh atau tidak.

    Menjelang setahun invasi Rusia, Kremlin telah mengintensifkan operasi di wilayah Ukraina bagian selatan dan timur, dan serangan besar baru telah diantisipasi secara luas.

    Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin memperkirakan Ukraina akan melancarkan serangannya sendiri terhadap Rusia pada musim semi dan sekutu Kyiv bekerja untuk memastikan mereka memiliki baju besi, daya tembak dan logistik untuk membuat serangan itu efektif.

    "Ukraina memiliki persyaratan mendesak untuk membantunya memenuhi momen penting ini dalam perjalanan perang. Kami yakin akan ada peluang bagi mereka untuk melakukan inisiatif," kata Austin pada pertemuan menteri pertahanan NATO dan sekutu Ukraina lainnya, guna membahas opsi untuk lebih banyak mengirim bantuan militer.

    "Kremlin masih bertaruh bisa menunggu kita, tapi satu tahun lagi kita bersatu seperti sebelumnya. Tekad bersama itu akan membantu mempertahankan momentum Ukraina di minggu-minggu penting mendatang," sambungnya,

    Bantuan Militer

    Selain tank tempur, Ukraina juga sangat membutuhkan jet tempur dan rudal jarak jauh sesegera mungkin untuk menghentikan serangan baru Rusia dan membantu membalikkan keadaan melawan daya tembak Moskow yang jauh lebih unggul.

    Sebelum pertemuan itu, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan tidak ada tanda-tanda Putin sedang mempersiapkan perdamaian.

    "Apa yang kita lihat adalah kebalikannya, dia bersiap untuk lebih banyak perang, untuk ofensif baru dan serangan baru," katanya kepada wartawan.

    Kremlin, yang menyebut invasi itu sebagai "operasi militer khusus" untuk menghilangkan ancaman keamanan, mengatakan NATO menunjukkan permusuhannya terhadap Rusia setiap hari dan semakin terlibat dalam konflik tersebut.

    Kyiv dan sekutunya menyebut tindakan Rusia sebagai perampasan tanah yang tidak beralasan.

    Militer Ukraina mengatakan pasukannya telah menangkis serangan di lima permukiman di Luhansk dan enam di Donetsk, termasuk di sekitar Bakhmut, selama 24 jam terakhir pada Selasa. Mereka juga memukul balik serangan di sebuah kota di wilayah Kharkiv, yang berbatasan dengan Rusia di timur laut Ukraina, katanya.

    Inggris mengatakan pada Selasa, tentara bayaran dari kelompok Wagner, yang telah mempelopori serangan Rusia di Bakhmut, memperoleh sedikit keuntungan di pinggiran utara dalam tiga hari terakhir.

    Sebagai pusat transportasi jalan, kereta api dan logistik, Bakhmut telah menghadapi serangan selama berbulan-bulan dan banyak distrik hancur. Hanya sekitar 5.000 warga sipil yang tersisa di sana dari sekitar 70.000 populasi sebelum perang, kata Gubernur Kyrylenko.

    Kondisi Kota Bakhmut, Ukraina, setelah pertempuran antara Rusia dan Ukraina yang berlangsung berminggu-minggu. Foto-foto ini rilis pada Jumat (13/1/2023). (Foto: Konstantin Liberov) (Telegram ASTRA)

    Penjabat kepala administrasi yang ditugaskan Rusia di Donetsk, Denis Pushilin, mengatakan pasukan Ukraina mengerahkan upaya di Bakhmut tetapi pasukan Rusia membuat kemajuan.

    Kepala Wagner Yevgeniy Prigozhin mengatakan pasukan Rusia tidak akan bisa merebut kota itu dalam waktu dekat. Dalam sebuah postingan di saluran Telegram, Prigozhin mengatakan Ukraina memperkuat hingga 500 prajurit baru setiap hari.

    " Pertempuran terberat terjadi di utara (Bakhmut). Tidak ada alasan untuk mengepung musuh di wilayah utara," katanya.


    Informasi lainnya dan terkini di https://opsimin.wordpress.com/
    Opsi Media Informasi Group X Kamidi
    [Category Media Informasi]
    [Tags Featured, Pilihan,Rusia, NATO, Ukraina]

    Komentar
    Additional JS